Tangis Tawa di Seutas Tali Pengikat Kunci Emas untuk Keluarga UPS Tegal
Dari beberapa kunjungan
KKL tersebut bagi saya yang paling berkenan adalah berkunjung kedinas Kementrian
KOMINFO (Komunikasi dan informatika) Republik Indonesia Jakarta karena
Kehadiran rombongan mahasiswa Ilmu Komunikasi pada Rabu 14 November 2018 pukul
08.00 pagi disambut hangat oleh Kepala Humas Ferdinan, Sugeng Supromo dan
seluruh jajaran Kementrian KOMINFO di kantornya jalan Medan Merdeka Barat No.9
Jakarta.Selain itu bagi saya dalam kunjungan tersebut ada dua hal yang komplit
yang mana ada (SS) Senang dan Sedihnya.
Dari segi senangnya
teman-teman mahasiswa Ilmu Komunikasi berjumpa dengan tempat-teman baru dari
mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, kemudian saya
dan teman mahasiswa lainnya juga dapat mengenal lebih jauh tentang Dinas
Komunikasi dan Informatika terutama yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi, dalam
kunjungannya tersebut saya juga menagkap
beberapa penjelasan mengenai apa itu kominfo dan tugas kominfo dalam membuat
kebijakan, seperti diadakannya program aduan konten sebagai wadah masyarakat
untuk mengeluhkan konten negatif yang tersebar di media sosial. Teman-teman mahasiswa
juga banyak mendapatkan wawasan dengan keaktifan bertanya dari mahasiswa Ilmu
Komunikasi mengenai internet sehat,
berita hoax (salah), mengatasi berita hoax, dan pemahaman pelanggran di media
sosial atau dunia maya berdasarkan UU ITE. Dan yang paling TOP ada salah satu
pertanyaan dan ajakan dari salah satu
dosen Ilmu komunikasi UPS Tegal yaitu Diryo Suparto, M.Si mengenai kerja
sama antara mahasiswa UPS Tegal terutama mahasiswa Ilmu Komunikasi dan dari
pihak Kementrian Kominfo menjawab dengan tegas “Menerima kerjasama tersebut
dengan syarat mampu menyampaikan kebijakan dari Kementrian KOMINFO dan bisa
membuat kebijakan untuk mengatur masyarakat lebih sehat dan cerdas dalam
menggunakan teknologi serta bagaimana membuat rumusan pesan kepada masyarakat”
tutur Sugeng Supromo. Mahasiswa Ilmu Komunikasi juga diijinkan magang di
Kominfo Jakarta.
Dan dari sedihnya
adalah sangat simpel, yaitu waktu ditanya oleh Bapak Sugeng Supromo, yang menayakan
adanya ketersediaan sebuah radio yang ada atau yang dimiliki oleh Ilmu Komunikasi
Uiversitas Pancasakti Tegal, yang mana untuk menjawab pertanyaan tersebut jurus murah senyum dari dosen dan seluruh
mahasiswa karena tak mampu menjwab (jawab "IYA AD", taku dosa/ nyatanya memang tidak punya
dan mau jawab "TIDAK ADA" kesannya juga malu untuk mengakui) jadi untuk menjawab
pertanyaan tersebut cukup dengan senyum pahit yang dipaksakan agar manis.
Selain itu mahasiswa
juga diberi masukan dan semangat oleh Kepala Humas Ferdian “bahwa kita tidak
boleh mudah menyerah dan wajib menghormati setiap mahkhluk ciptaan tuhan
siapapun dan apapun, karena dengan itu makhluk tuhan yang lain juga akan
menghormati kita”.
Komentar
Posting Komentar