Cerpen Inspiratif "Air mendidih dipanci dan Lubang termos kecil” Oleh Endang Listiani"



“Air mendidih dipanci dan Lubang termos kecil”
Oleh  Endang Listiani
Sinopsis : Tidak ada hasil yang menghianati usaha
melihat (mengamati), mencoba (praktik) dan jawaban (hasil)

            Mencoba hal baru (positif) yang belum pernah dilakukan, memang bukan perkara yang mudah. Saya yakin bukan cuma saya, tetapi semua orang pasti memiliki rasa takut ketika belum pernah mencoba hal baru. Sebenarnya rasa takut atau penasaran akan terbayar dengan hasil, ingat tidak ada hasil yang menghianati usaha. Walaupun hasil dari setiap percobaan yang dilakukan gagal, jangan khawatir karena kegagalan bisa dijadikan sebagai media pembelajaran untuk mencoba lebih baik lagi. Sesuatu hal akan kita ketahui dengan cara mencoba dan dengan tekat keyakinan atau kepercayaan dalam diri kita akan menjawab segala keraguan, jika tidak pernah mencoba maka jangan pernah membayangkan hasil karena itu akan sia-sia.
            Sejak Sekolah Dasar saya menerapkan sistem keyakinan dalam diri saya ketika mencoba hal baru yang membuat saya ragu, takut, dan penasaran. Yaitu, ketika praktik Olahraga “Loncat Tinggi” wktu itu tinggi badan saya kira-kira 135 cm. Sedangkan kebanyakan dari teman-teman yang lain memiliki tinggi badan rata-rata 145 cm. Saat diloncatan 100 cm hanya empat orang yang dapat lolos melewatinya termasuk saya. Dan semua teman-tema menyeruh pada diri saya untuk duduk saja, mereka beranggapan tinggi badan saya tidak akan bisa untuk melewati garis dari bambu yang tingginya 100 cm. Pada waktu itu saya sempat ragu serta takut karena ketinggiannya hampir sebahu, tetapi saya mencoba meyakinkan  pada diri saya dalam hati bahwa saya pasti bisa dan harus bisa karena tidak ada sesuatu hal yang sulit kalau belum mencobanya kemudian, diurutan yang terakhir saya dapat melewati bambu yang tingginya 100 cm dengan lompatan yang yakin.
            Mencoba dengan tekat keyakinan yang saya terapkan dalam hidup saya sampai saat ini dan semua itu karena saya terinspirasi dari mamah saya dimana ketika mamah menyuruh saya  untuk memasukan air mendididh yang ada dipanci ke dalam termos yang memiliki lubang kecil. Pada saat itu saya beranggapan tidak mungkin bisa, bagaimana mungkin panci yang lebar berisikan air mendidih dan berat kemudian di masukan kedalam termos dimana lubangnya kecil dan tidak sebanding. Saya berfikiran pasti airnya akan tumpah kemana-mana dan bisa saja mengenai kaki saya. Dan saya mengatakan berulang kali kepada mamah saya bahwa saya “TIDAK BISA”. Kemudian mamah saya menjawab dengan mengatakan tidak ada sesuatu hal yang sulit jika kita mencobanya terlebih dahulu, dan mamah saya mempraktikkan memasukain air mendidih tersebut kedalam termos. Awalnya dengan rasa yang campuraduk anatra takut dan penasaran akhirnya saya mencobanya dengan hati-hati karena itu pengalaman terbaru dalam hidup saya dan akhirnya saya dapat memasukannya tanpa tumpah sedikitpun.
            Saya terapkan juga inspirasi tersebut dalam keseharian saya, termasuk didalam perkuliahan. Dimana awal masuk perkuliahan saya merasakan sebuah penyesalan, entah menyesal dari prodi yang saya ambil, entah dari teman-teman satu kelas. Perubahan drastis pada diri saya dimana sewaktu di SMK Negeri 2 Adiwerna saya orangnya tidak bisa diam, kemudian dalam pertemanan saya dan teman SMK lebih terbuka mengenal satu sama lain ibarat keluarga senang, susah bersama. Tetapi setelah memasuki perkuliahan saya lebih banyak diam, dari segi teman juga saya tidak mengenal ditail dari masing-masing sampai saat ini. Pernah juga saya menangis, dalam batin saya rasanya sakit dan berkeinginan utnuk pindah fakultas dan prodi. Bagaimana tidak, jangankan saling menyayangi, rasa solidaritas saja dari teman-teman itu hampir tidak ada serta sikap saling,menghargai,kebersamaan juga rendah, disitu saya merasa miris. Karena bagi saya ketika menghadapi sesuatu yang sulit entah dari keluarga dari perkuliahan contohnya dari segi mata kuliah, sesulit apapun jika ada teman yang menyemangati,semua bersama saling tolong menolong, dan solidaritas yang tinggi maka semuanya akan terlihat lebih mudah.
            Dan dari adanya kesulitan tersebut saya mencoba membuka diri saya dengan menerima kenyataan dan keadaan sewaktu SMK dengan perkuliahan itu berbeda. Walaupun sesungguhnya itu teramat sulit bagi saya kemudian saya juga mencoba memperbaiki diri. Bagi saya tidak penting memiliki banyak teman, walapun hanya satu entah dua entah tiga asalkan dia memiliki solidaritas, saling menghargai, tidak egois, saling tolong menolong why not?. Hari demi hari saya nikmati dan saya jalani dengan enjoy, saya tanamkan rasa kepastian bahwa semua akan baik-baik saja. Dan terbukti saya bisa, saya bisa bertahan sampai saat ini dengan dukungan beberapa teman-teman diperkulihan, bahwa saya tidak sendiri.


Profil penulis
ENDANG LISTIANI
 
Endang Listiani adalah salah satu mahasiswi di Universitas Pancasakti Tegal. Lahir di Tegal 19 juni 1997 dan merupakan anak ke empat dari empat bersaudara. Meskipun menjadi anak bontot bukan berarti menjadikannya anak yang manja yang serba harus dituruti semua keinginannya. sejak kecil dia tinggal bersama adik dari orang tuanya, karena kesibukan orang tuanya yang berdagang. Semenjak itu pula dia belajar menjadi wanita yang mandiri, baginya kedua orang tua dan keluarganya adalah harta yang tidak akan pernah habis untuk dimiliki selamanya.
Banyak orang yang mengatakan kalau dirinya tidak bisa diam (cerewet),  pandai dalam segala hal. Dia orangnya welcome dalam berteman dan tidak pilih-pilih dalam hal pertemanan. Susah di tebak dan dia juga tidak konsisten orangnya kadang ini kadang itu, dan suka ngambek. Tapi dia orangnya aktif dalam kegiatan sejak sekolah dasar sampai SMK kegiatan yang pernah diikutinya adalah Pramuka,PMR,PMI, seni budaya TIK serta seni lukis dan tidak banyak dari mereka yang mengetahui bahwa dia memiliki fobia kesemua binatang terkecuali nyamuk,semut dan lalat. Hal yang paling dibencinya ketika dibohongi, dihianati, dan orang yang tidak setia kawan. Makanan favoritnya sejak kecil sampai sekarang adalah “Langgi” yaitu telor yang digoreng dan diiris memanjang kemudian ada parutan kelapa yang di masak dengan bumbu serta tambahan dari iris kacang panjang kecil-kecil.
Endang juga merupakan salah satu wanita yang menyukai Sains, diman hal-hal baru atau pengetahuan baru akan dia temukan jawabannya berdasarkan  proses atau praktik yang dilakukannya. Sepertihalnya dengan air mendidih dipanci ketika akan dimasukan kedalam termos dengan lubang kecil yang melalui proses, dari hal kecil tersebutlah menjadikan inspirasi dalam hidupnya. Oleh karena itu dia juga termasuk wanita yang trampil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

13 PANCURAN SEMBURAN NAGA

Tangis Tawa di Seutas Tali Pengikat Kunci Emas untuk Keluarga UPS Tegal

GUCI PELANGINE TEGAL